Posts

Bagaimana cara menyampaikannya?

Image
Pandu sedang belajar menjadi orang yang menjadikan dunia bukan sebagai tujuan dan faktor hidup utama. Namanya juga sedang belajar kadang dia lupa dengan misi belajarnya yang ia ikrarkan kepada dirinya sendiri . Kemudian ia sadar kembali dan mengulanginya lagi dan lagi. Pemikiran itu ia dapat dari berbagai kesimpulan dan hasil pencarian dari tempat-tempat yang biasa dan bisa ia datangi dan juga orang-orang yang memberinya banyak pelajaran secara langsung maupun tidak langsung – baik yang bersua bertatap muka maupun berjumpa dengan sekejap mata.

Perjalanan

Image
Perjalanan hidup itu seperti menerawang jarak ratusan kilometer tanpa lampu penerang. Gelap gulita. Tak tahu akan ada apa di depan kelak. Kita hanya tahu saat ini kita sedang berdiri dimana. Satu menit kedepan pun kita tak tahu akan terjadi apa dan akan ada apa di dalam kehidupan yang kita jalani di dalam waktu sedetik itu. Tapi bukankah disitu letak keasyikannya? Berjalan tanpa tahu di depan ada apa, untungnya kita masih boleh meraba-raba – yang sering kita sebut cita-cita dan harapan atau sejenisnya – dan itu dianjurkan.

Menepilah

Image
Malam itu aku bersama dengan sahabat-sahabatku di kampung berbincang-bincang ringan. Temanya tidak begitu spesifik bahkan terkesan random. Memang biasanya seperti itulah obrolan kami setiap bertemu. Tapi yang paling membuat endorphin kami naik sangat tajam adalah – sehingga menghasilkan ledakan tawa yang luar biasa – ketika kami membicarakan masa-masa SMP dan SMA, karena di masa itulah banyak peristiwa dan ‘ketidakwarasan’ perliaku kami. Semakin larut malam ada beberapa teman yang pamit pulang ke rumah, untuk istirahat. Kami tak pernah mengharuskan semua yang ada disitu untuk tetap melek sampai larut malam. Karena semakin dewasa semakin banyak pula kesibukan, ada memang yang tidak sibuk-sibuk amat tapi karena kemampuan begadangnya kurang diolah jadilah dia tidak biasa seperti kami-kami yang tidak sibuk ini. Semakin malam, semakin sunyi. Udara dingin menekan dada, angin mengurangi kecepatannya karena kasihan terhadap kami manusia yang lemah ini, jika dia terus menaikan ke...

Merefleksikan Nama-Nya

Image
Kekuasaan dan agama adalah dua hal yang saling melengkapi, keduanya saling mengisi. Tapi apa jadinya jika salah satunya dimanfaatkan untuk menggapai tujuan tertentu. Agama dimanfaatkan untuk mendulang suara agar seseorang menjadi penguasa. Adakah kekuasaan yang dimanfaatkan oleh agama? Tentu ada. Hanya saja yang lebih sering adalah agama yang dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan. Keduanya sama-sama berasal dari manusia yang melihat potensi ‘keuntungan’ besar menjadi pengikut agama tertentu. Dan memanfaatkannya sebagai alat untuk memperkaya diri dengan materi , menumpuk dunia di dalam dirinya. Untuk itulah ditengah ketidakjelasan – mana  yang benar-benar mengatasnamakan agama dan mana yang memanfaatkan agama untuk kepentingan kekuasaan dan mungkin juga kepentingan pribadi – kita harus sadari bahwa agama bukan tujuan. Agama bukan Tuhan kita. Tujuan kita adalah Tuhan. Kita mengenal agama karena ingin mengenal Tuhan, ingin menuju kepadaNya dan menyatu bersamaNya. Aga...

Perubahan

Image
“..dengan segala ketidakpastian, namun ada satu hal pasti yang ada dalam hidup ini, yaitu perubahan” –Totok PDy “sudah gede yah kamu pik” kata-kata itu selalu orang ucapkan ketika melihat orang yang sudah lama mereka kenal dan sekarang sudah banyak berubah – entah itu postur tubuh (tampilan) atau pun prilaku dan sikap. Saya sebenarnya ingin menjawab dengan jawaban yang nyentrik tapi kebanyakan orang yang berkata demikian cenderung lebih tua dari saya.

Mbah Adam dan Kedewasaan

Image
​Hidup itu harus pintar ngegas dan ngerem. Begitu kata mbah Nun. Kata-kata itu pula dijadikan sebuah judul buku oleh beliau. Insallah ada duit saya beli mbah. Hehe Seperti makna dan hakikat kisah Adam. Kita bisa belajar tentang ngegas dan ngerem. Dikisahkan mbah Adam waktu itu diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk melakukan apa saja di taman tempat ia tinggal, tapi Tuhan melarang mbah Adam dan pasangannya mendekati satu pohon dan memakan buahnya. 

Manifestasi Perbuatan Belajar

Image
source Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan (Surya 1992: 23). Sementara manifestasi sendiri artinya menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sebuah perwujudan bentuk dari sesuatu yang tidak terlihat. Sebagaimana telah dibicarakan di atas, perbuatan belajar ditandai  dengan adanya perubahan pola-pola sambutan baru dalam tingkah laku individu. Perubahan itu adalah hasil dari proses belajar. Perubahan tingkah laku ini merupakan manifestasi perbuatan belajar. Secara khusus manifestasi perbuatan belajar akan nampak dalam perubahan sebagai berikut: